Kalibrasi Theodolite di BSD Serpong

https://2.bp.blogspot.com/-4XcA0cWnYRw/XE6vvZr8k8I/AAAAAAAAAvE/PrnWV_o0n1UDU-B4LNIgWQWu7o11FyVdwCLcBGAs/s72-c/GTS%2B255N%2BCIPTA%2BBAJA-1.jpg click to zoom
Ditambahkan Senin, Januari 28, 2019
Kategori
Harga Dalam membuat desain suatu gedung dibutuhkan perhitungan dan pengukuran luas tanah,menentukan tinggi tanah, mengukur sudut datar dan tegak...
Share
Hubungi Kami
BELI

Review Kalibrasi Theodolite di BSD Serpong

Dalam membuat desain suatu gedung dibutuhkan perhitungan dan pengukuran luas tanah,menentukan tinggi tanah, mengukur sudut datar dan tegak. Biasanya mengukur luas tanah menggunakan alat ukur theodolite ataupun waterpass, kedua alat ini sangat penting untuk membantu para drafter dalam membuat desain bangunan.

Biasanya surveyor lebih memilih Theodolite ketimbang waterpass, karena Theodolite penggunaanya sangat lengkap dan mampu membaca sudut dalam satuan detik. Theodolite juga dapat membidik ke segala arah untuk mementukan sudut siku pada perencanaan, pekerjaan pondasi serta untuk mengukur ketinggian suatu bangunan bertingkat. Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka harus dilakukan kalibrasi pada alat ukur tersebut,
Manfaat kalibrasi adalah sebagai berikut :

untuk mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.
Dengan melakukan kalibrasi, bisa diketahui seberapa jauh perbedaan (penyimpangan) antara harga benar dengan harga yang ditunjukkan oleh alat ukur.
Prinsip dasar kalibrasi:

Obyek Ukur (Unit Under Test)
Standar Ukur(Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar (Mengacu ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri oleh laboratorium yg sudah teruji (diverifikasi))
Operator / Teknisi ( Dipersyaratkan operator/teknisi yg mempunyai kemampuan teknis kalibrasi (bersertifikat))
Hasil Kalibrasi antara lain :

Nilai Obyek Ukur
Nilai Koreksi/Penyimpangan
Interval kalibrasi:

Kalibrasi harus dilakukan secara periodik
Selang waktu kalibrasi dipengaruhi oleh jenis alat ukur, frekuensi pemakaian, dan     pemeliharaan.
Bisa dinyatakan dalam beberapa cara :
Dengan waktu kalender (6 bulan sekali)
Dengan waktu pemakaian (1.000 jam pakai, dst)
Kombinasi cara pertama dan kedua, tergantung  mana yg lebih dulu tercapai



Komentar